SCP Fragmented Minds: Horor SCP di Mars Saat Foundation Resmi Kewalahan
Ada satu kalimat di halaman Steam SCP Fragmented Minds yang langsung bikin kebayang betapa kacau situasinya: Site‑113 di Mars dulunya rumah buat SCP paling berbahaya, sekarang isinya tinggal reruntuhan, mayat, dan anomali yang keluyuran bebas. Lo bangun dari cryosleep, sendirian di fasilitas raksasa yang udah putus kontak dari Bumi setelah Near‑Extinction Event, dan satu hal jelas: Foundation udah ga sepenuhnya ngontrol apa pun di sini.
Buat yang ngikutin skena SCP, Fragmented Minds ini menarik karena bukan fan game kecil, tapi proyek komersial penuh dari HST Game Studios yang resmi masuk early access di Steam akhir Januari 2025. Mereka jualnya sebagai “first‑person sci‑fi horror dengan fokus narasi” tapi plus bumbu action, stealth, traversal, sampai rencana multiplayer ambisius—bukan cuma lari dari SCP doang. Lo berperan sebagai operator di Site‑113 yang bangun setahun setelah bencana, nyoba cari jawaban kenapa semua anomali lepas dan apa yang sebenernya terjadi sama Bumi.
Yang bikin SCP Fragmented Minds langsung kebanjiran perhatian di awal tahun:
- Setting Mars Site‑113 yang beda dari template lab bawah tanah biasa.
- Trailer 4K yang kelihatan “lebih AAA” dibanding banyak game SCP lain.
- Janji mode multiplayer The Hunt, di mana pemain bisa jadi MTF bersenjata maupun SCP dalam match objektif yang dinamis.
Di TikTok dan Instagram Reels, banyak klip yang highlight momen pertama eksplorasi site: lorong panjang lampu strobo, ruang containment pecah, sama satu siluet aneh lewat di ujung hallway—cukup buat ngejual vibe ke penonton yang cuma tau SCP dari meme wiki. Buat gamer Indo yang udah kenyang sama SCP: Containment Breach atau Secret Laboratory, game ini terasa kayak generasi baru yang lebih sinematik tapi masih “berasa SCP banget”.
Latar dan Cerita SCP Fragmented Minds: Foundation, Mars, dan Site‑113 yang Resmi Gagal
Secara lore, SCP Fragmented Minds ngambil jalan menarik: bukan cuma facility random, tapi salah satu site Foundation terbesar bernama Mars Site‑113. Di sini, Foundation mindahin banyak SCP berbahaya demi ngurangi risiko di Bumi. Masalahnya, begitu Near‑Extinction Event kejadian, kontak dengan planet asal putus; Site‑113 jadi kayak kapal karam di angkasa, tapi penuh makhluk yang ga seharusnya dibiarin lepas.
Dari info resmi HST, jumlah penghuni Site‑113 sebelum bencana ada puluhan ribu staff dan subjek. Setahun kemudian, ketika karakter lo bangun dari cryosleep, sisa manusia cuma ratusan. Sisanya? Entah jadi mayat, entah jadi bahan eksperimen, entah udah “diproses” anomali. Level‑level yang lo jelajahi mencerminkan tahap kehancuran berbeda:
- Zona riset yang masih punya listrik, tapi penuh dokumen setengah terbakar.
- Kawasan penahanan yang pintu‑pintunya kebuka paksa oleh sesuatu yang jelas bukan manusia.
- Habitat eksperimen yang udah diambil alih vegetasi aneh atau struktur non‑manusia.
Fragmented Minds sengaja ngarah ke desain non‑linear: Site‑113 bukan koridor lurus, tapi kompleks besar dengan banyak cabang dan shortcut. Lo bisa nemuin area opsional yang cerita sampingannya cukup mindblowing—log eksperimen gila, catatan pengkhianatan internal, bahkan hint soal apa yang sebenernya Foundation lakuin di luar planet.
Dari sisi marketing, HST ngejelasin bahwa SCP Fragmented Minds bertumpu pada tiga hal di single‑player:
- Eksplorasi facility besar dengan level bahaya berlapis.
- Encounter SCP yang beneran beda satu sama lain, ga cuma “monster model baru”.
- Keputusan moral dan taktis—siapa yang ditolong, jalur mana yang diambil, seberapa jauh lo berani ngulik rahasia site.
Mereka juga klaim kalau Fragmented Minds adalah salah satu game SCP pertama yang dari awal didesain dengan kombinasi combat dan stealth sebagai pilar utama, bukan cuma stealth murni ala Containment Breach. Jadi, walaupun suasananya horror dan karakter lo tetep rapuh, lo ga selalu 100% powerless.
Buat yang suka ngulik lore, situs resmi HST dan halaman pendanaan mereka penuh detail kecil: status populasi Site‑113 pasca‑bencana, jenis SCP yang disimpan di sana, sampai gambaran kasar berapa banyak level yang bisa dikunjungi di Early Access vs rencana full release. Ini bukan sekadar backdrop; lo beneran ngerasa lagi nyusuri satu bab besar sejarah Foundation yang selama ini cuma diisyaratkan di SCP wiki.
Gameplay SCP Fragmented Minds: Aksi, Stealth, Traversal, dan Rencana Multiplayer The Hunt
Kalau ngomongin SCP Fragmented Minds dari sisi gameplay, pendekatan HST cukup ambisius. Mereka ga mau game ini jatuh ke satu kotak doang; makanya di trailer dan deskripsi, lo bakal nemu kata‑kata kayak combat‑stealth sandbox, traversal system, sampai multiplayer PvPvE.
Single‑player: lo bukan Rambo, tapi juga bukan korban pasif
Dalam single‑player, core‑nya mix beberapa elemen:
- First‑person shooting dengan senjata Foundation (rifle, sidearm, alat berat tertentu).
- Stealth: crouch, lean, permainan cahaya, hindari line‑of‑sight SCP.
- Traversal modern: mantling, vaulting, grappling hook khusus di titik tertentu buat akses jalur vertikal.
- Crafting & loadout: bikin item, upgrade gear, modifikasi pendekatan tiap area.
Setiap encounter SCP diposisikan lebih kayak “skenario desain” daripada sekadar musuh random. Beberapa contoh pola yang dibahas dev dan komunitas:
- SCP yang buta tapi superpeka sama suara, maksa lo mikir soal langkah kaki dan tembakan.
- SCP yang lebih main di psikis/visual, bikin lo harus baca environment clue.
- Anomali objek yang ga selalu mematikan, tapi bisa jadi senjata kalau lo cukup kreatif.
Lo bisa ngelawan, tapi game selalu ngingetin bahwa resource terbatas dan Foundation bukan Marvel. Pemain di Reddit sempat nyorot bahwa Fragmented Minds “lebih Dead Space ketimbang Containment Breach”, dalam arti lo punya senjata dan bisa membalas, tapi pilihan ngibrit seringkali tetap opsi paling sehat buat umur panjang karakter lo.
The Hunt dan multiplayer: MTF vs SCP di “habitat alami”
Di luar campaign, HST juga ngejual mode multiplayer SCP Fragmented Minds, dengan highlight mode objektif bernama The Hunt. Di sini desainnya beda:
- Pemain kebagi dua kubu: tim MTF (task force Foundation bersenjata) dan tim SCP (makhluk anomali dengan skill unik).
- Arena bukan cuma Site‑113, tapi juga habitat asli SCP di Bumi—misalnya hutan, kota kecil, atau lokasi khusus lain yang nyambung lore.
- Objective dinamis: MTF bisa disuruh mengaktifkan containment device, mengevakuasi aset, atau jagain titik tertentu; SCP tugasnya mengacaukan semua itu dan menghabisi tim manusia.
Mode ini digadang‑gadang sebagai evolusi dari formula asimetris ala Dead by Daylight atau SCP: Secret Laboratory, tapi dengan struktur objektif lebih kompleks dan loadout yang bisa di‑custom per match. Respawn dibatasi, map layout dan objective order diacak, bikin tiap match ga gampang di‑“hafal”.
Saat Early Access rilis, fokus utama masih di single‑player Chapter 1, sementara sistem multiplayer pelan‑pelan digodok dengan input dari komunitas lewat Discord dan Steam discussion. Dari pledge manager dan roadmap, HST cukup terbuka soal niat mereka: tambah tiga chapter story, nambah banyak SCP baru (creature maupun objek), ngeluasin daftar senjata & gadget, lalu ngebuka penuh The Hunt begitu pondasi core gameplay udah stabil.
Buat gamer Indo, kombinasi ini menarik:
- Ada campaign yang bisa dinikmati solo sambil ngulik lore.
- Ada prospek mode PvP/PvE asimetris yang bisa jadi bahan konten stream atau turnamen komunitas.
Apalagi universe SCP sendiri udah populer di sini lewat channel YouTube yang bahas entry SCP, jadi bahan obrolan dan roleplay‑nya udah kebayang.
Apa Posisi SCP Fragmented Minds di Tren Horor 2025, dan Kenapa Layak Masuk Wishlist Gamer Indo?
Di tengah ledakan game horor baru tiap bulan, SCP Fragmented Minds duduk di posisi menarik. Dia bukan IP film besar kayak Dead Space, bukan juga produk korporat supermahal; tapi juga jauh di atas fan game SCP generik yang kadang mentok di level demo.
Beberapa hal yang bikin Fragmented Minds patut diperhatiin:
- Setting off‑world yang jarang: Mars Site‑113 ngasih sensasi isolasi ekstrem; kalau di game SCP lain lo masih ngerasa “ya ini di Bumi”, di sini lo bener‑bener ngerasa “kita sendirian di planet lain dan Foundation pun lagi megap‑megap”.
- Fokus ke action plus stealth: jarang ada game SCP yang beneran embrace kombinasi ini sambil tetep jaga nuansa horor. Banyak yang full stealth, banyak juga yang full shooter. Fragmented Minds nyoba nangkring di tengah.
- Ambisi multiplayer The Hunt: kalau beneran kejadian sesuai visi, bisa jadi salah satu mode paling menarik di ranah game SCP: role MTF vs SCP dengan objective multi‑fase di map yang ngikutin lore.
Tentu, masih early access, jadi wajar kalau ada hal yang belum mulus: balancing beberapa encounter, optimasi di hardware tertentu, atau pacing story yang masih nunggu chapter lanjutan. Tapi justru karena masih berkembang, sekarang waktu yang seru buat ngikutin—lo bisa lihat gimana feedback komunitas ngebentuk game ini pelan‑pelan, termasuk dari pemain Indonesia yang mulai nongol di review Steam versi bahasa Indo.
Kalau lo:
- suka SCP dan hafal beberapa entry favorit,
- kangen horor yang ga cuma jumpscare tapi juga butuh mikir resource dan posisi,
- tertarik lihat gimana Foundation keliatan ketika semua lapisan pengaman mereka jebol,
maka SCP Fragmented Minds layak banget masuk wishlist atau minimal dicatat buat dipantau progress‑nya.
Di antara tumpukan judul horor 2025, game ini berasa kayak surat cinta aneh ke komunitas SCP: “Gimana kalau semua teori gila itu bener, dan kita taruh semua di satu fasilitas di Mars, lalu kita matikan lampunya?” Sisanya, ya tugas lo dan squad (nanti, kalau The Hunt sudah jalan) buat nentuin apakah Foundation masih layak dipercaya… atau justru jadi monster paling menakutkan di sana.




